
Lombok Barat, NTB – Dalam upaya mendukung kedaulatan pangan nasional yang digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus menggalakkan program pemanfaatan potensi lokal. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polri hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi kreatif berbasis ketahanan pangan.
Pada Sabtu (24/1), personel Bhabinkamtibmas Desa Meninting melaksanakan kegiatan sambang dialogis dan silaturahmi produktif bersama warga di Dusun Kongok, Desa Meninting. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
Sinergi Polri dan Masyarakat di Dusun Kongok
Kehadiran personel Bhabinkamtibmas dengan atribut dinas lengkap di area pemukiman warga memberikan warna tersendiri. Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas tampak tidak segan untuk turun langsung ke tanah, mendampingi warga dalam mengelola kebun mandiri di atas lahan pekarangan yang sebelumnya tidak produktif.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui keterangannya menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata implementasi program pemerintah pusat di tingkat kewilayahan. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran krusial sebagai ujung tombak dalam memotivasi masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Kami instruksikan kepada seluruh jajaran, khususnya para Bhabinkamtibmas, untuk terus mendorong warga binaannya memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong yang ada. Tujuannya jelas, yakni menciptakan basis ketahanan pangan keluarga yang kuat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar,” ujar AKBP Yasmara Harahap dalam pernyataan resminya.
Edukasi Teknis dan Diversifikasi Pertanian
Dalam interaksi yang berlangsung hangat tersebut, petugas Bhabinkamtibmas memberikan arahan teknis mengenai tata cara penanaman bibit sayuran di media tanah terbuka. Hal ini mencakup pemilihan benih yang berkualitas hingga perawatan harian agar tanaman dapat tumbuh secara maksimal dan menghasilkan panen yang berkualitas tinggi.
Warga didorong untuk menanam berbagai jenis sayuran produktif yang memiliki nilai konsumsi harian tinggi, seperti cabai, terong, dan tomat. Jenis tanaman ini dipilih karena relatif mudah dirawat dan memberikan hasil yang cepat, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh keluarga.
Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menambahkan bahwa edukasi yang diberikan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian atau cocok tanam semata. Ia menjelaskan bahwa pola ketahanan pangan yang diusung merupakan konsep komprehensif yang melibatkan sektor-sektor pendukung lainnya.
“Selain sektor pertanian, kami juga memberikan edukasi mengenai integrasi sektor peternakan. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, warga juga bisa mengelola ternak skala kecil secara berdampingan dengan kebun mereka. Ini adalah upaya komprehensif untuk menghasilkan pangan bergizi secara mandiri bagi keluarga,” kata AKP I Putu Krisna Varananda.
Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan Program
Pemanfaatan lahan yang efektif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan meja makan sehari-hari. Dengan pengelolaan yang baik, kelebihan hasil panen nantinya dapat bernilai ekonomis dan membantu memperkuat kondisi finansial rumah tangga warga Dusun Kongok. Transformasi lahan kosong menjadi lahan produktif ini juga dinilai mampu menekan angka pengeluaran rutin masyarakat.
Hingga saat ini, Bhabinkamtibmas Desa Meninting terus berperan aktif sebagai pendamping bagi warga. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah inisiatif berkelanjutan yang mengedepankan kedaulatan pangan berbasis potensi lokal. Dengan adanya pendampingan rutin dari pihak kepolisian, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian pangan terus meningkat, sehingga Desa Meninting dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di wilayah Lombok Barat.
Semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat di Dusun Kongok ini menjadi bukti bahwa sinergi yang baik dapat menghasilkan solusi nyata bagi tantangan ekonomi di tingkat akar rumput. Kedaulatan pangan nasional kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang tumbuh dari pekarangan rumah warga.
