Tuesday, February 10News That Matters

Operasi Secara Stasioner di Rumak Square, Polisi Tindak Tegas Knalpot Brong

Lombok Barat, NTB – Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin berkendara masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menggelar razia stasioner dalam rangka Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Kegiatan yang dipusatkan di depan Rumak Square pada Selasa (10/2/2026) pagi ini melibatkan personel gabungan lintas instansi.

Upaya preventif dan preemtif terus digalakkan untuk menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Lombok Barat. Sejak dimulainya operasi pada pukul 09.00 WITA, petugas telah melakukan penyaringan terhadap pengguna jalan yang melintas di jalur utama tersebut.

Sinergitas Personel Gabungan dalam Penegakan Disiplin

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si. Operasi di lapangan dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dengan dukungan penuh dari KBO Satlantas, Kanit Turjawali, Kanit Kamsel, serta Kanit Gakkum.

Tidak hanya dari unsur Polri, operasi ini juga memperlihatkan sinergitas yang kuat antara TNI dan pemerintah daerah. Personel dari Polisi Militer (PM), Brimob, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat turut diterjunkan ke lokasi untuk memastikan jalannya pemeriksaan berlangsung tertib dan menyeluruh. Kehadiran personel gabungan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama.

Pendekatan Humanis Melalui Teguran Simpatik dan Edukasi

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan sisi humanis. Anggota di lapangan secara aktif membagikan brosur yang berisi pesan-pesan Kamseltibcarlantas kepada pengendara motor maupun pengemudi mobil. Edukasi ini dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa keselamatan di jalan raya dimulai dari kesadaran diri sendiri, bukan sekadar takut karena ada petugas.

Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, menegaskan bahwa pola yang diterapkan dalam Operasi Keselamatan Rinjani kali ini mencakup teguran bagi pelanggar ringan. Petugas memberikan penjelasan mengenai risiko yang dihadapi apabila tidak melengkapi perlengkapan berkendara atau tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

“Kami mengedepankan edukasi dan himbauan kepada para pengguna jalan agar senantiasa tertib. Hari ini, kami memberikan teguran simpatik kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran ringan, sembari memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan bagi diri sendiri dan orang lain,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (10/2).

Penindakan Tegas Terhadap Pelanggaran Kasat Mata

Meskipun mengedepankan teguran simpatik, pihak Kepolisian tetap mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran kasat mata yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Pelanggaran seperti tidak menggunakan helm standar (SNI), berboncengan lebih dari satu orang, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong), hingga melawan arus menjadi prioritas penindakan dalam operasi di depan Rumak Square tersebut.

Iptu Anton menjelaskan bahwa kecelakaan seringkali berawal dari pelanggaran sekecil apa pun. Oleh karena itu, tindakan tegas diperlukan sebagai efek jera guna melindungi masyarakat dari risiko fatalitas di jalan raya. Keberadaan personel Gakkum di lokasi memastikan bahwa setiap pelanggaran berat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Tujuan utama dari kegiatan stasioner ini adalah agar angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat dapat ditekan semaksimal mungkin. Kami ingin memastikan kesadaran masyarakat meningkat, sehingga tertib berlalu lintas menjadi sebuah budaya, bukan lagi sebuah keterpaksaan,” tambah Iptu Anton.

Target Penurunan Angka Kecelakaan di Lombok Barat

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap tren angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan data evaluasi berkala, faktor manusia atau human error masih menjadi penyebab dominan terjadinya insiden di jalan raya. Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan masyarakat lebih waspada dan mempersiapkan kondisi kendaraan maupun fisik sebelum melakukan perjalanan.

Hingga berakhirnya kegiatan pada siang hari, situasi di sekitar Rumak Square terpantau lancar dan terkendali. Pihak Polres Lombok Barat mengapresiasi para pengguna jalan yang telah menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap aturan lalu lintas dan berharap tren positif ini terus berlanjut demi terciptanya Lombok Barat yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *