
Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya, Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar kegiatan stasioner Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu sore, 11 Februari 2026, tersebut dipusatkan di ruas Jalan Raya Keling, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
Langkah preventif ini diambil sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif di wilayah hukum Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kabupaten Lombok Barat. Operasi ini melibatkan personel gabungan lintas instansi guna memastikan kepatuhan pengendara terhadap aturan yang berlaku.
Sinergi Lintas Instansi dalam Penegakan Disiplin
Kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 WITA tersebut tidak hanya melibatkan unsur internal kepolisian, tetapi juga menunjukkan sinergitas yang kuat dengan instansi terkait lainnya. Terpantau di lapangan, personel dari Polisi Militer (PM), Satuan Brimob, hingga petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat bahu-membahu melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap arus kendaraan yang melintas di jalur sibuk tersebut.
Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus melakukan edukasi langsung kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Jalan Raya Keling didasarkan pada karakteristik arus lalu lintas yang padat, terutama pada jam-jam sore hari.
Edukasi Humanis dan Pembagian Brosur Keselamatan
Dalam pelaksanaannya, Satlantas Polres Lombok Barat mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas. Petugas di lapangan aktif memberikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan, mulai dari pengendara roda dua hingga roda empat. Selain teguran lisan, petugas juga membagikan brosur yang berisi pesan-pesan penting mengenai tata cara berkendara yang aman dan aturan hukum yang harus dipatuhi.
Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Anton Prasetya Wijaya, menyatakan bahwa pembagian literasi keselamatan ini sangat penting agar masyarakat memahami risiko dari pelanggaran lalu lintas. Menurutnya, kesadaran harus dibangun dari pemahaman yang baik, bukan sekadar rasa takut terhadap sanksi hukum.
“Kami terus berupaya menyentuh kesadaran masyarakat melalui kegiatan imbauan dan pembagian brosur pesan-pesan Kamseltibcarlantas. Kami ingin masyarakat menyadari bahwa keselamatan adalah kebutuhan bersama, bukan hanya tugas kepolisian semata,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.
Penindakan Tegas terhadap Pelanggaran Kasat Mata
Meskipun mengedepankan edukasi, petugas tidak segan-segan melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang bersifat kasat mata dan berpotensi memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Beberapa fokus penindakan meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm standar (SNI), melawan arus, hingga penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Iptu Anton menambahkan bahwa teguran simpatik tetap diberikan kepada pelanggar dengan tingkat kesalahan yang masih bisa ditoleransi, namun penegakan hukum tetap menjadi jalan terakhir bagi pelanggaran fatal. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya yang sudah tertib.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat bisa berkurang secara signifikan. Kami juga menargetkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas di mana pun mereka berada,” tegas Iptu Anton.
Harapan bagi Kamseltibcarlantas di Lombok Barat
Kegiatan Operasi Keselamatan Rinjani 2026 yang dikomandoi oleh KBO Satlantas, Kanit Turjawali, Kanit Kamsel, serta Kanit Gakkum Satlantas Polres Lombok Barat ini berakhir dengan situasi yang aman dan kondusif. Masyarakat merespons positif kehadiran petugas yang dianggap memberikan dampak tertib pada arus lalu lintas di kawasan Kediri.
Melalui operasi rutin seperti ini, Polres Lombok Barat berharap budaya tertib berlalu lintas dapat menjadi identitas bagi masyarakat setempat. Penurunan angka fatalitas kecelakaan diharapkan menjadi hasil nyata dari konsistensi Polri dalam menjaga keselamatan di jalan raya. Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti di lapangan.