
Lombok Barat, NTB – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini mulai menunjukkan hasil nyata dari unit terkecil masyarakat, yakni tingkat rumah tangga. Di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, transformasi lahan terbatas menjadi pekarangan produktif menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk mencapai swasembada pangan. Langkah inspiratif warga ini mendapat pendampingan intensif dari jajaran Kepolisian Sektor Labuapi sebagai bagian dari komitmen Polri mendukung program prioritas pemerintah.
Pada Sabtu (21/02), personel Bhabinkamtibmas Desa Bengkel melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi-lokasi pengembangan pangan mandiri milik warga binaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal sekaligus memberikan motivasi teknis kepada masyarakat yang telah berhasil menyulap pekarangan rumah mereka menjadi sumber gizi keluarga.
Peran Strategis Polri dalam Swasembada Pangan Nasional
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat ini tidak hanya terbatas pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga merambah sebagai penggerak ekonomi dan ketahanan pangan. Menurutnya, kemandirian pangan di tingkat desa adalah fondasi utama bagi stabilitas pangan nasional.
“Kami terus mendorong personel di lapangan, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk menjadi motor penggerak bagi warga dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan yang ada. Apa yang dilakukan warga Desa Bengkel ini adalah contoh nyata bagaimana konsep ‘Pekarangan Bergizi’ dapat diimplementasikan secara efektif untuk menopang kebutuhan dapur secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Beliau menambahkan bahwa pendampingan ini dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tahap penyemaian bibit hingga proses pascapanen. Hal ini dilakukan agar masyarakat merasa didukung secara moral maupun teknis dalam menjaga konsistensi produksi pangan lokal mereka.
Inovasi Budidaya di Lahan Terbatas
Berdasarkan pantauan di lapangan, warga Desa Bengkel menerapkan berbagai metode kreatif untuk mengatasi keterbatasan lahan. Salah satu teknik yang menonjol adalah penggunaan rak bertingkat untuk menata tanaman dalam polibag. Metode vertikultur ini memungkinkan masyarakat menanam lebih banyak komoditas dalam ruang yang sangat terbatas, sehingga pemanfaatan lahan menjadi jauh lebih efisien dibandingkan penanaman konvensional di permukaan tanah.
Petugas Bhabinkamtibmas juga meninjau langsung area pembibitan dan pengembangan tanaman hortikultura yang dikelola secara berkelompok. Di bawah struktur pelindung bambu yang sederhana namun fungsional, warga membudidayakan berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan konsumsi tinggi. Keterlibatan aktif petugas dalam memantau pertumbuhan tanaman ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan kelompok tani lokal.
Motivasi dan Diversifikasi Komoditas Pangan
Selain melakukan pemantauan fisik, kunjungan ini juga menjadi ajang dialog interaktif. Personel Bhabinkamtibmas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang telah mandiri. Namun, petugas juga memberikan catatan penting mengenai diversifikasi tanaman. Warga didorong untuk tidak hanya terpaku pada satu jenis tanaman saja, tetapi mulai merambah ke komoditas yang lebih variatif seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran hijau lainnya.
Variasi komoditas ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat rumah tangga. Mengingat fluktuasi harga komoditas seperti cabai sering kali menjadi pemicu inflasi, maka penanaman mandiri di pekarangan dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling rasional.
“Konsistensi dalam perawatan adalah kunci. Kami menekankan kepada warga agar tidak hanya semangat di awal, tetapi benar-benar menjaga siklus tanam sehingga hasil panen bisa maksimal dan berkelanjutan. Kami memantau mulai dari pembibitan, pemeliharaan di lahan terbuka, hingga bagaimana cara pengemasan hasil panen agar memiliki nilai lebih,” tambah Iptu I Nyoman Rudi Santosa.
Harapan bagi Stabilitas Pangan Desa
Melalui pendampingan rutin ini, Kepolisian Desa Bengkel berharap semangat untuk mengubah “lahan tidur” menjadi area produktif dapat menular ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Labuapi. Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan pribadi, tetapi ke depannya mampu meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat melalui penjualan surplus hasil panen yang telah dikemas dengan baik.
Komitmen Polri dalam mengawal rantai produksi pangan di tingkat desa ini menjadi kontribusi nyata bagi stabilitas pangan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan pekarangan yang produktif, masyarakat diharapkan lebih tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, sekaligus menciptakan lingkungan desa yang lebih hijau dan asri.